Bogor timur–//Rajakabar.id// Proyek rekonstruksi jalan di wilayah Sukawangi, Cibadak, dan Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, yang merupakan pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, pelaksana lapangan dari PT Integra Cipta Karya memberikan klarifikasi, Rabu (31/12/2025).
Mumuh, selaku pelaksana lapangan PT Integra Cipta Karya, menjelaskan terkait dugaan pekerjaan yang tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya soal penggunaan base course, serta isu keterlambatan pengerjaan hingga lebih dari 120 hari.
Ia menegaskan bahwa seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan.
“Terkait dugaan tidak menggunakan base course, kami menggunakan base course dan memiliki bukti pengiriman serta dokumentasi di lapangan,” jelasnya.
Namun demikian, Mumuh mengakui terdapat beberapa titik, sekitar tiga meter, yang tidak menggunakan base course. Hal tersebut disebabkan keterbatasan material base course pada saat pengerjaan di lapangan.
Sebagai gantinya, material pengecoran dari mobil molen yang telah tersedia digunakan dengan menambahkan lapisan semen setebal kurang lebih 15 sentimeter. Dengan demikian, total ketebalan cor beton pada titik tersebut mencapai sekitar 25 sentimeter, bahkan dengan penggunaan material cor yang lebih banyak.
Mumuh juga menjelaskan bahwa pada ruas jalan di dekat Resto Mahayun, sebagian titik tidak menggunakan base course karena di bawahnya terdapat gorong-gorong saluran pembuangan air.
Meskipun saluran tersebut tidak lagi berfungsi optimal, pihaknya khawatir masih dimanfaatkan oleh warga.
“Untuk mengantisipasi agar material cor tidak jatuh dan menutup gorong-gorong, bagian bawah terlebih dahulu kami lapisi papan, kemudian langsung dilakukan pengecoran,” ujarnya.
Terkait tudingan keterlambatan pengerjaan hingga melebihi 120 hari, Mumuh menegaskan bahwa pekerjaan yang saat ini dilaksanakan merupakan pekerjaan tambahan atau perpanjangan kontrak selama 50 hari yang telah disepakati bersama dinas terkait. Ia memastikan hal tersebut bukan disebabkan oleh keterlambatan dari jadwal awal pengerjaan.
Ia berharap masyarakat maupun pihak-pihak yang mengkritisi pembangunan rekonstruksi jalan PUPR dapat memahami kondisi teknis di lapangan.
“Kami terbuka terhadap kritik dan saran, selama disampaikan secara objektif dan memahami kronologi pekerjaan yang sebenarnya, agar tidak langsung menyalahkan para pekerja,” pungkasnya.
(WARSINO KOLOT)
